Minggu, 13 Desember 2009

Syairan Nasehat Sang-Guru

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin
Allahumma Shalli Wa Sallim 'Ala Sayyidina Muhammad Saw. wa Alihi wa Shahbihi Ajma'in;

Bismillah abdi kawitan # Nyebat jenengan pangeran
Anu welas asih pisan # Ka hambana kanikmatan
Sadaya puji kagungan # Sadaya alam ciptaan
Nu jadi kamanfaatan # Kahambana nu syukuran
Rahmat salam dilimpahkeun # Ka kanjeung nu dimulyakeun
Ka alam nu diciptakeun # Rohmat anu dibanjirkeun
Hai dulur-dulur sadaya # Urang hirupna didunya
Sadayana keur ngumbara # Balik ka alam nu lila
Bekelna kudu siapkeun # Ti ayeuna sadiakeun
Ku amal tolih lobakeun # Supaya aya sampakeun
Solat ulah ditinggalkeun # Dzikit solat bacakeun
Pasunatan dilakukeun # Tholab ilmu digeuwatkeun

Markaz el-Fauzy Selengkapnya...

Kecil-kecil Keladi Positifnya Makin Jadi

Ternyata menjadi pendidik dari anak berkebutuhan khusus sangat menyenangkan. Banyak ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan. Saya semakin menjadi orang yang menyadari mukjizat Tuhan dan semakin menjadi orang yang mengerti apa itu “CINTA”. Karena “CINTA” itulah kunciku, “CINTA” adalah trikku dalam menghadapi mereka, anak-anakku tersayang. Mungkin aku takkan bisa menyebrangi jembatan antara saya dan mereka, saya takkan bisa memasuki dunia mereka, saya takkan bisa menghadapi emosi mereka bahkan saya tidak tahu apa mau mereka bila tidak ada “CINTA”.
Masih teringat di fikiran ketika saya ditawari pekerjaan untuk menjadi pendidik di sekolah yang menangani Anak Berkebutuhan Khusus. Apa itu Autis, apa itu hyperaktif, apa yang harus saya lakukan, benarkah emosi mereka bisa membuat saya terluka dsb. Kebingungan-kebingungan itu yang membuat saya tersenyum bila memikirkannya kembali. Karena pada kenyataannya, mereka adalah anak-anak yang penuh semangat dan mempunyai kecakapan dalam berbagai hal. Mereka adalah anak-anak yang berusaha melawan penyakit mereka. Mereka adalah anak-anak yang penuh pengertian dan perlu perhatian. Mereka adalah anak-anak yang bisa membuat orang lain tersenyum dan bangga bila melihat mereka melakukan sesuatu hal positif meskipun itu hanya sesaat.
Sebut saja si Keladi. Anak ini mempunyai sifat pendendam, bila melihat anak yang menangis dan berisik dia akan langsung memukul atau menendang.

Arkadiaku Selengkapnya...

Obrolan iseng anak-muda Jakarta

Hari dimana gw memulai tulisan ini. Malam Jum’at ke13, wah... kayanya jadi aga horor nih... tp tnang aja, tulisan gw ini gada hubungannya dengan hal-hal yang brbau horor ko. Oh iya, hampir gw lupa, kayanya biar lebih sopan gw mmperknalkan diri gw dulu x yah... gw @gung, 28th n tinggal di daerah jakarta-selatan. Hoby gw musik, gambar n ngarang cerita, pokonya hal-hal yang brbau seni gitu deh... tp sekarang gw lagi jobless alias nganggur, ga tau nih... mau dibawa kmana masa depan gw ini, gw bner-bner blank, mungkin di antara lo smua akan ada yang bisa ngasih saran stelah lo baca tulisan gw ini. Sbenernya aga lucu juga sih... gw yang bukan seorang pmbaca kcuali bner-bner trpaksa ini tiba-tiba memutuskan untuk membuat tulisan...

@Design Collection Selengkapnya...

CINTA ILAHI

Kutahu pasti
Cintamu dalam dan murni
Namun mengapa sulit untukku
Mendapatkan cinta darimu

Diriku ini
Terasa hampa dan sunyi
Tanpa belaian kasih sayang-Mu
Cintailah hamba-Mu ini
Ya Allah

dHanNy For BroThERhoOd Selengkapnya...

Kamis, 10 Desember 2009

Meniru Kecintaan Maitsam At-Tamar pada Imam Ali

Maitsam bin Yahya At-Tamar (ميثم ابن يـحيى التمار) adalah seorang budak milik wanita dari Bani Asad. Imam Ali as. membeli budak ini dari wanita itu dan membebaskannya di jalan Allah Swt. Dia biasa berjualan kurma di pasar Kufah dan karenanya ia kemudian dikenal sebagai Maitsam At-Tamar (Si Kurma)

Imam Ali bertanya kepada Maitsam, “Siapa nama Anda?” “Salim,” jawabnya. Imam berkata, “Nabi Muhammad [saw.] mengatakan kepadaku bahwa orang-orang Iran memanggilmu Maitsam.” Maitsam merasa heran karena tak seorang pun yang tahu nama aslinya. Lalu ia berkata, “Allah dan nabi-Nya benar.” Sejak saat itu, Maitsam tidak pernah meninggalkan Imam Ali.

Mengambil Ilmu dari Imam

Maitsam At-Tamar adalah seseorang yang memiliki karakter tinggi dan pecinta sejati Allah Swt., Nabi Muhammad saw. dan Ahlulbaitnya as. Ia hidup dengan sederhana. Dua hal yang tumbuh di dalam hatinya: iman dalam Islam dan cinta untuk Imam Ali as. Imam Ali mengajarkan kepadanya bahwa Islam merupakan satu-satunya jalan untuk meraih kemerdekaan.

Dahulukan Islam di Atas Mazhab Selengkapnya...